TUGAS KE-4
Tugas ke-4
Argia qatrunnada (43125010364)
Judul: Harmoni di RT 07 Petukangan Utara: Belajar Toleransi dari Kehidupan Warga yang Beragam
Lokasi Observasi:
RT 07, Kelurahan Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan, Kota Jakarta Selatan
(A) Pendahuluan
Saya memilih RT 07 Petukangan Utara sebagai lokasi observasi karena wilayah ini memiliki masyarakat yang cukup beragam.
Ada warga Betawi asli, pendatang dari Jawa, Sunda, serta keluarga dari daerah timur Indonesia. Sebagai kawasan padat di tengah kota, RT ini menjadi contoh menarik bagaimana keberagaman sosial dan budaya bisa hidup berdampingan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan observasi ini adalah memahami bagaimana praktik integrasi nasional terlihat dalam interaksi warga dan bagaimana nilai Bhinneka Tunggal Ika diterapkan di tingkat lingkungan.
(B) Temuan Observasi
Contoh Positif: Dalam dua minggu observasi, saya melihat banyak kegiatan yang memperkuat persatuan warga.
Setiap hari Minggu pagi, warga RT 07 rutin melakukan kerja bakti membersihkan selokan dan jalan lingkungan. Menariknya, kegiatan ini diikuti oleh laki-laki, perempuan, serta anak muda. Pak Rahmat (Muslim) dan Pak Andreas (Kristen) bekerja sama mengangkat sampah tanpa mempermasalahkan perbedaan keyakinan. Selain itu, saat perayaan HUT RI ke-80, panitia lomba terdiri dari warga berbagai usia dan latar belakang. Mereka menghias jalan dengan bendera merah putih dan mengadakan lomba untuk anak-anak. Semua warga terlibat dalam suasana yang penuh sukacita dan saling mendukung.
Contoh Negatif: Meski suasana umumnya harmonis, saya menemukan beberapa peristiwa kecil yang menunjukkan adanya potensi ketegangan. Di grup WhatsApp warga, pernah muncul perdebatan soal rencana pembangunan mushola baru. Sebagian warga non-Muslim merasa khawatir akan kebisingan, sementara ada yang menganggap keberatan itu terlalu berlebihan. Beruntung, ketua RT langsung menengahi dan mengadakan musyawarah agar semua pihak terasa dihargai.
(C) Analisis
Kerja bakti dan gotong royong di RT 07 menjadi bentuk nyata integrasi sosial horizontal, di mana warga yang memiliki latar belakang berbeda bisa bekerja sama karena memiliki kepentingan yang sama. Hal ini sesuai teori Myron Weiner tentang integrasi nasional yang menekankan pentingnya interaksi rutin dan ketergantungan antarwarga sebagai penjepit sosial. Sementara perdebatan soal pembangunan mushola menunjukkan adanya potensi
disintegrasi sosial yang muncul akibat perbedaan persepsi dan kurangnya komunikasi yang terbuka. Dari perspektif fungsionalisme struktural (Parsons), konflik seperti ini wajar terjadi, tetapi bisa diatasi jika setiap warga menjalankan peran dengan menghormati norma bersama dan menemukan titik temu melalui musyawarah. Dengan demikian, kepemimpinan yang inklusif dan komunikasi terbuka menjadi faktor penting untuk menjaga harmoni sosial di lingkungan yang majemuk seperti RT 07.
(D) Refleksi Diri & Pembelajaran
Dari observasi ini, saya menyadari bahwa toleransi bukan hanya tentang menghargai perbedaan, tetapi juga tentang bersedia mendengarkan dan mencari jalan bersama.
Saya juga merasa bahwa sebagai generasi muda, saya memiliki tanggung jawab penting dalam menjaga semangat kebersamaan. Contohnya, saya bisa membantu menyebarkan pesan positif di kelompok warga atau mengadakan kegiatan lintas usia dan agama seperti “Ngopi Bareng Warga” setiap bulannya. Selain itu, saya juga belajar untuk lebih aktif terlibat dalam kegiatan lingkungan. Saya menyadari bahwa integrasi nasional tidak dibangun dari hal besar, tetapi dari tindakan kecil yang dilakukan secara berkelanjutan oleh warga yang saling menghormati.
(E) Kesimpulan & Rekomendasi
Observasi di RT 07 Petukangan Utara menunjukkan bahwa semangat persatuan masih kuat meskipun terdapat keragaman di antara warga. Kegiatan sosial, gotong royong, dan komunikasi terbuka menjadi fondasi utama dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis. Meskipun terkadang muncul perbedaan pendapat, diskusi dan sikap saling menghargai tetap mampu menjaga suasana yang damai.
Rekomendasi:
- Mengadakan forum warga bulanan dengan tema *“Ngobrol Kebersamaan”* untuk memperkuat hubungan antar kelompok.
- Membuat aturan sederhana tentang cara berkomunikasi di grup WhatsApp agar tidak menimbulkan salah paham.
Komentar
Posting Komentar