TUGAS KE-14

Refleksi Integritas dan Kejujuran sebagai Mahasiswa dan Calon Profesional 


Pendahuluan 

Bagi saya, integritas adalah kemampuan untuk tetap jujur dan konsisten antara nilai yang diyakini dengan tindakan yang dilakukan, terutama ketika tidak ada pengawasan langsung.

 Integritas bukan hanya tentang mengikuti aturan formal, melainkan juga komitmen pada kebenaran secara moral. Dalam dunia akademik, integritas merupakan nilai yang sangat penting karena mahasiswa tidak hanya diharapkan cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam aspek etika. Kejujuran akademik menentukan apakah proses belajar benar-benar membentuk karakter seseorang atau hanya mengejar nilai dan kelulusan.


Sebagai seorang mahasiswa, saya menyadari bahwa kampus seperti sebuah miniatur dari masyarakat.

 Perilaku yang dibiasakan di bangku kuliah cenderung dibawa ke dunia kerja dan kehidupan sosial. Karena itu, integritas di lingkungan akademik menjadi dasar penting dalam membentuk sumber daya manusia yang bertanggung jawab serta dapat dipercaya.


Batang Tubuh 

Di lingkungan kampus, kejujuran sering kali diuji dalam situasi yang terlihat sederhana, namun memiliki dampak moral yang besar.

 Praktik seperti plagiarisme, titip absen, atau bekerja sama saat ujian sering kali dianggap sebagai hal yang "biasa". Saya sendiri pernah mengalami situasi di mana integritas saya diuji, terutama ketika menghadapi tekanan tugas yang menumpuk dan waktu yang terbatas. Godaan untuk memilih jalan mudah muncul, terutama ketika melihat lingkungan sekitar yang tampak lebih toleran terhadap tindakan tidak jujur.


Pada suatu waktu, saya dihadapkan pada pilihan antara menyalin bagian karya orang lain atau mengerjakan tugas dengan kemampuan sendiri meskipun hasilnya belum pasti sempurna. Saya memutuskan untuk tetap jujur dan mengerjakan tugas secara mandiri. Keputusan itu tidak mudah, tetapi memberi kepuasan dan rasa tanggung jawab terhadap proses belajar yang saya lalui. Dari pengalaman itu, saya belajar bahwa integritas seringkali membutuhkan keberanian untuk berbeda dan siap menerima konsekuensi dari pilihan jujur.


Jika integritas diabaikan di lingkungan kampus, dampaknya tidak hanya terjadi pada diri sendiri, tetapi juga memengaruhi kelompok.

 Budaya tidak jujur bisa merusak kepercayaan antar mahasiswa dan antara mahasiswa dengan dosen. Lebih jauh lagi, hal ini bisa menghasilkan lulusan yang terbiasa memanfaatkan celah dan menghalalkan segala cara demi keuntungan pribadi. Kampus seharusnya menjadi tempat pembentukan karakter, bukan tempat yang mendorong kecurangan.


Fenomena rendahnya integritas juga terlihat jelas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

 Contohnya kasus korupsi yang terus terjadi, penyebaran berita palsu di media sosial, serta praktik tidak jujur di ruang publik. Hal ini menunjukkan bahwa nilai kejujuran masih menjadi masalah besar. Menurut pengamatan saya, integritas sulit dipertahankan karena adanya budaya yang memperbolehkan kesalahan, kurangnya contoh dari pemimpin, dan tekanan sosial serta ekonomi. Ketika tidak jujur dianggap sebagai cara cepat mencapai tujuan, nilai integritas sering kali dibuang.


Melalui refleksi ini, saya semakin menyadari bahwa integritas bukanlah nilai yang muncul sendirinya, melainkan harus terus dilatih dan dijaga.

 Setelah lulus dan masuk ke dunia kerja, saya berkomitmen untuk terus menjaga kejujuran dalam setiap peran yang saya lakukan. Langkah konkret yang akan saya ambil antara lain bekerja secara profesional, menolak praktik tidak jujur, bertanggung jawab atas setiap tindakan, serta berani mengatakan kebenaran meskipun tidak selalu menguntungkan.


Saya percaya bahwa perubahan besar dalam masyarakat dimulai dari komitmen individu untuk bersikap jujur.

 Dengan menjaga integritas sejak di bangku kuliah, saya berharap bisa menjadi bagian dari generasi yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki moral yang baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS KE-2

TUGAS KE-10

TUGAS KE -5